Monday, April 13, 2009

membuang waktu

yes rani sekarang seharusnya melakukan hal yang bermanfaat seperti: 
MEMBUAT 50 SOAL BIOLOGI.
atau
MEMBUAT 50 SOAL AGAMA -rohis-.
atau
MEMBUAT PRESENTASI KIMIA.
atau
MEMBUAT PRESENTASI BAHASA INDONESIA
atau 
MENCARI FIC BARU. *dilempar sepatu*

yaah tapi apa yang rani lakukan?
a) nganggur
b) nganggur
c) nganggur
d) nganggur

sebenernya nggak nganggur juga sih since rani menulis ini blog tapi mari kita asumsikan begitu.
oiya besok mesis mau sharing!! doain sangatsangat sekali masalah intern atau ekstern atau apapun yang ada di mesis yang kucinta ini selesai dengan damaai. amin Ya Allah.. 

hem. apa lagi yaaa.. oiyaa. tadi pagi rani abis pidato looh (tugas bahasa indonesia Bu Sri) tebaak temanya apaa?
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
ah sebenernya biasa aja sih lebay amat rani. -______-
temanya tentang homoseksualitas dalam pandangan masyarakat. pheww. asik looh tadi rani begitu bersemangat dan berapi-api membawakannya (NGGAK. biasa aja. hahahaa.) sankingkan kontroversialnya tema yang rani ambil sampai-sampai sempat dibahas sebelum pidato rani dinilai!! --bangga-- hahahaaa lebay. 

pidato rani kayak apa?

ah nggak ah malu.

ntar lah kalo pengen rani post. tapi hmm kayaknya nggak deeh. oiya ngomong-ngomong itu bahannya rani ambil di situs INI. kalau sempat membaca bacalah. bagus sekali looh. oiya itu halamannya banyak bukan cuma satu. bacanya yang lengkap kalo mau puas. pandangan saya tentang kaum homo benar-benar berubah karena itu, bagus sekali penulis. :)

ah udah males nyicil dikit ah buat bio. dadaah.

Thursday, April 9, 2009

THE reason

aduh sebenrnya aku mau masih lanjutin "rani's favorite yaoi ship list part 3" sih tapi hmm nggak apa deh rani potong sama ini. rani menanti mood yang pas buat nulis ini tapi sepertinya mood  yang pas itu tak kunjung datang jadi.. rani tulis aja deeh :] hehe.
emmn tapi gimana yaa nulisnya bingung deh hem rani tulis seperti narasi aja ya? hahaa kan asik tuuh.
____

Di bumi yang mulai rusak ini, dengan berbagai macam manusia yang tak kalah rusak di dalamnya, hiduplah seorang anak perempuan bernama Maharani Karlina CH yang akrab di sapa Rani. Rani adalah anak yang cukup baik, dia memang jarang belajar dan bukan anak yang sangat penurut tapi marilah kita asumsikan begitu. Ia anak aneh yang sangat menyukai anime dan manga. Ya, di darahnya memang mengalir darah freak yang cukup kental, mungkin karena influence film kartun tahun 90an? Entahlah. Intinya, sewaktu kecil memang ia seorang anak biasa yang menyukai komik dan film kartun. 

Tentu anak kecil seperti dia ini memiliki fandom favorit juga dong! walaupun mungkin saat itu belum mendalam, tapi ia sangat suka sekali dengan yang namanya Cardcaptor Sakura! Ehem, manga dan animenya begitu terkenal pada saat itu. Ia rajin sekali menontonnya setiap hari Minggu..  eh? hmm. Sepertinya memang hari Minggu. Sampai pada suatu hari, di episode ketika Sakura menyatakan cintanya kepada Yukito, dan Yukito menolaknya, Rani tidak merasa aneh dan berpikir "Ah jelas aja dia ditolak. Kan nanti ujung-ujungnya Sakura sama Syaoran" ya, pikiran anak-anak memang tidak rasional. Tapi, yang agak mengagetkan adalah ketika Yukito mengakui bahwa orang yang sangat ia sayangi adalah Touya, Rani tidak menunjukkan tanda-tanda heran seperti menaikkan alis atau apalah yang biasa anak kecil lakukan jika ia heran. Yaah, dalam hati mungkin terasa kejanggalan, tapi Rani sendiri merasa 'Touya dan Yukito itu cocok kok!' dan tidak menggubris maksud sebenarnya dari kata-kata yang ia pikirkan dalam hati. Begitu mengerikannya kepolosan seorang anak kecil.

Ketika Rani beranjak dewasa, dimana kartun-kartun di hari Minggu menjadi tak menarik untuk ditonton dan harga komik naik, dimana teman-temannya adalah anak-anak normal yang menyukai berbagai hal yang dianggap asing oleh rani sebelumnya, Rani tetap membuat diinya mengkonsumsi anime-anime dan komik (walaupun harganya naik, dari 9.500, angka keramat dimana saat itu Monika masih tebal dan harganya sama dengan komik jepang biasa, hingga saat ini 13.800. Harga nanggung yang sangat tidak disukai pembeli.) Sampai akhirnya ia berumur 12 tahun, atau pada saat itu kelas 2 SMP, ia bertemu dengan seorang temannya yang memiliki kesukaan yang sama dengannya, yaitu Anime dan Manga! Khususnya di fandom Naruto. Ah begitu bahagianya Rani dapat bercakap-cakap dan bertukar pikiran tentang hal yang selama ini sangat ia gemari. Tentu saja yang namanya fandom kesukaan itu menular ya, jadi tak lama Rani pun terseret dalam fandom Naruto. Oh joy! Ia langsung jatuh cinta pada karakter berambut merah tanpa alis yang memiliki tato yang berarti cinta di dahi kirinya. Hmm... dengan segera ia pun mencari berbagai macam hal yang berkaitan dengan karakter itu. Sampai suatu saat, ketika ia sedang mencari gambar-gambar karakter kesukaannya di web, ia menemukan gambar yang tidak seharusnya dilihat oleh seorang anak yang masih polos dan tidak teracun. Ehem, yah sebenarnya tidak eksplisit, tapi cukup untuk membuat seorang anak perempuan kaget dan memekik dalam hati dengan wajah shock dan tidak terima. Gambar itu adalah gambar karakter favoritnya yang entah-sedang-apa bersama dengan karakter lain yang bergender sama dengan karakter favoritnya itu, atau dalam kasus ini, laki-laki. 

Ia tidak berbicara apa-apa dengan apa yang telah ia temukan. Beberapa hari kemudian ia pun kembali dalam kondisi normal dan sempat melupakan temuannya itu. Semakin lama ia bermain di dunia web, ia mulai mengenal berbagai istilah yang tidak seharusnya ia ketahui, seperti; yaoi, yuri, seme, uke, dan sebagainya. Doujin-doujin yang biasanya ia temukan di deviantart juga terkadang.. menjurus ke hubungan yang demikian. Ia kaget akan besarnya komunitas yang menyukai hal ini, terutama yaoi. Sampai-sampai ia mengatakan kepada diri sendiri bahwa ia akan melenyapkan yang namanya YAOI dari muka bumi ini. Hahaha. Anak kecil memang lucu.

Ketika ia les bahasa Jepang, ia menemukan apa yang orang-orang sebut dengan fanfiction. Ia diceritakan fanfic Ouran oleh senpainya yang satu kelas dengannya. Waaah. Tipikal remaja, senang mencoba hal-hal baru dan penasaran dengan berbagai hal itu memang merupakan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan saudara-saudara. Tak lama ia pun bermain di dunia fanfiction yang penuh fantasi. Dan yang termasuk fantasi disini juga include fantasi para yaoi fangirl. Hmm. Seperti anak yang sehat, pada awalnya ia pun mual dan 'eww-ed' pada fic dan gambar yang menjurus. Berbeda dengan seorang temannya yang pada saat Rani beritahu tentang perihal ini, ia langsung menyukainya. Biarpun Rani tidak suka, mual, menaikkan alis, setiap melihat/membaca hal yang berkaitan dengan yang namanya yaoi/BL ini.. Rani tetap bersikeras untuk membaca fic dan mengambil gambar yang menjurus. Mengapa? karena tidak bisa dipungkiri bahwa cerita-cerita tersebut menarik dan Artwork-artwork tersebut bagus. 

Semakin lama Rani bermain di dunia fiksi, Rani menemukan berbagai macam fandom baru dong. Salah satunya adalah Ouran yang tadi sempat disebutkan. Ouran adalah cerita tentang seorang anak perempuan yang menjadi host dan berada di tengah orang-orang yang melakukan tindakan incestuous dan saling memanggil satu sama lain dengan sebutan ayah dan ibu. Hmm, betapa sulitnya Rani untuk tidak menganggap bahwa itu menarik. 

Ia tidak sadar, bahwa perlahan, namun pasti, ia telah terjerumus ke dalam dunia BL. Meskipun pada saat itu ia masih dalam 'denial'. "Ih yang seperti ini Rani tau kan ini immoral? kenapa juga rani bisa suka. pfft." seperti itu kurang lebih. Semakin lama.. Semakin besar dan semakin dewasa Rani (saat itu Rani telah berumur 13 tahun) semakin rasanya Rani menerima dan semakin sadar akan kebutuhan Rani terhadap hal-hal yang berbau BL. Ia berpikir "Mmnn.. /Lucu/ juga.." dan tersenyum sendiri ketika membaca atau melihat momen-momen yang "awww". Karena pada dasarnya Rani adalah anak yang jujur, Rani berpikir kembali terhadap pandangan Rani tentang BL dan Rani resmi menjadi seorang penggemar BL! Waah selamat ya Rani. 

Begitu sukanya Rani dengan BL, teman-temannya sampai sempat terkena virus ini! (ada yang masih suka, ada yang sudah biasa saja) yang disebabkan karena Rani yang eager sekali setiap membicarakan BL. Belum lagi Rani juga menyuguhkan fic-fic yang berbau BL. Wah wah.  

Rani merasakan perubahan besar dalam kehidupannya. Padahal yang ia lakukan hanya menyukai BL, tapi hanya dengan melihat/membaca atau bahkan hanya sekedar ingat hal yang berbau BL,  senyum dapat terukir di wajahnya dan aura bahagia dapat terpancar karenanya. Dunia terasa lebih berwarna dan indah. Memang terkesan melebih-lebihkan, tapi inilah yang Rani rasakan. Dari saat Rani benar-benar menyukai BL, sampai sekarang, rasanya perasaan itu masih ada. Rani juga sampai sekarang tidak menemukan dampak negatif dari hobinya terhadap BL ini. Apakah nilai Rani menurun? Tidak. Justru nilai semester dua Rani (saat sudah suka BL) dan semester satu Rani (saat belum suka BL) lebih bagus di semester dua Rani (peringkatnya naik sih, tapi nilainya.. lupa). Rani juga semakin sadar dengan subjektifitas Rani dengan berbagai macam hal dan berusaha untuk berpikir dengan objektif. Mengapa? Karena pada dasarnya BL itu immoral dan pada sisi lain Rani melihatnya menarik dan.. cukup manusiawi. Penyimpangan yang seperti itu kadang kala bukan sesuatu yang diinginkan oleh orang-orang seperti ini. Pengetahuan (maksud pengetahuan disini adalah common sense, bukan knowledge) Rani juga bertambah entah itu dalam konteks apa. 

Kegemaran Rani terhadap BL juga tidak serta-merta menyebabkan Rani menship semua karakter yang rani kenal. Atau membuat orientasi seksual Rani berubah. Tidak. Tidak seperti itu. Mungkin ia sulit juga disebut anak yang normal, tapi ia tidak menship karakter dengan alasan yang tidak rasional. Dan pada kenyataannya Rani juga menyukai banyak pair straight dan menship mereka. Semakin banyak fandom yang rani sukai seiring dengan waktu dan sepertinya semakin banyak juga pair yang rani sukai. Tapi BL disini konteksnya adalah karakter anime atau manga, bukan real person. Ada saat-saat dimana ia akan tertawa akan momen BL di depan matanya tapi itu hanya sebatas lelucon, dan ia merasa terhibur karena ia teringat akan BL yang sangat disukainya.

Perjalanan Rani di jalan tanpa arah pulang ini masih sangat panjang sekali. Tapi sayangnya cerita ini harus selesai sampai disini. 

_______
bagaimana? apakah anda-anda sekalian yang menyukai BL juga memiliki latar belakang dan jalan cerita yang mirip dengan rani? aah, atau tidak? heem pengen deh tau cerita orang lain kayak apa sampai bisa suka banget kayak rani XD hehehee aah capek masih ada tugas lagi nih pfft.

Wednesday, April 8, 2009

Sepasang sepatu

Hiduplah seorang anak perempuan yang lucu. Dia suka sekali menggambar sepasang sepatu yang sangat besar dan bilang kalau sepatu itu miliknya. Di setiap bukunya dan setiap disuruh menggambar bebas ia akan membuat gambar sepasang sepatu yang besar sekali dan membuat gambar dirinya yang tersenyum disebelah sol sepatunya. Setiap teman-temannya bertanya tentang sepasang sepatu tersebut, ia akan berkata "Ini milikku." sambil tersenyum senang.

Setiap hari juga, ia selalu berpapasan dengan seorang pengemis yang miskin. Anak itu selalu kasihan dan suatu ketika, ia menghampiri pengemis itu. Hanya saja dia cuma diam dihadapan pengemis itu dan pengemis itu juga tidak menggubris kedatangan anak itu. Lama sekali dan anak itu tetap diam saja. Tentu saja pengemis itu juga tidak berkata apapun.

Akhirnya pengemis itu berkata "Mau apa, dek?" dengan pelan.

Anak itu terdiam dan bertanya "Bapak punya apa?"

Pengemis kaget. Kemudian ia tertawa dan menjawab "Saya punya Tuhan dan punya hati. Sisanya cuma benda-benda tidak abadi yang akan hilang dimakan waktu."

Anak itu tertegun sebentar, lalu berjongkok dan mengeluarkan kertas besar. Kemudian ia mengambil sebuah krayon dari tempat pensilnya dan menggambar sebuah sepatu disitu. Persis dengan yang selama ini ia gambar. Lalu ia menggambar seorang bapak-bapak di sebelah sol sepatu, menggantikan gambar dirinya yang tersenyum. Ia tersenyum dan memberikan gambar itu kepada sang pengemis. Ia berkata "Sekarang bapak memiliki sesuatu yang sama dengan saya." lalu pergi sebelum pengemis bereaksi atau mengucapkan "terima kasih.".

Sejak saat itu, anak itu tak lagi membuat sepasang sepatu, tapi hanya satu dengan gambar dirinya yang tersenyum lebar. Ketika ia ditanya oleh teman-temannya, ia menjawab "Yang satu lagi dimiliki oleh orang lain. Aku senang."

Tuesday, April 7, 2009

quick post

mmn
sebenarnya rani masih ada tugas ekonomi yang menunggu
tapi rani malaas
jadi rani isi ini sedikit aah.
mmn tulis apa yaa..
rani seneng hari ini piala nya keliatan hmmm XD biarpun belom jadi jadi amat
rani capek dan sibuk. mau liburan. banyak tugas nunggak pula.
oiya. KangIn nya Super Junior udah menikah sama Lee Yoon Ji. 
aah nggak asiik deeh Teukie bisa-bisa di pair random deeh.
hmm. apalagi yaa.
oiya. rani pengen fanfic baruu yang baguus >3<
yang banyaak.
ada yang mau rekomendasi ke rani nggak? 
makasih. 

Sunday, April 5, 2009

ketika keadilan ditegakkan

ini bermula ketika teman rani, yang namanya abel, menuliskan "Justice Will Prevail" dalam statusnya di Facebook. yaaah, ini kan kutipan dari L jadi yaa.. zz gitu.  tapi ternyata perkembangan nya jadi lain dan berbeda. berikut adalah kutipan dari komen status ituu

Abdelhaq Setya Subarkah Justice Will Prevail!!

9:28pm · Comment · 
 Maharani Karlina Ch at 9:50pm April 4
telat lu
Abdelhaq Setya Subarkah at 9:52pm April 4
maksud lo apa??
 Maharani Karlina Ch at 9:53pm April 4
justice will prevail nya. kesannya... old.
Abdelhaq Setya Subarkah at 9:55pm April 4
gw setuju sih dengan kata"nya Raito "Dunia ini sudah membusuk, banyak orang yg pantas di bunuh demi kebaikan" carany gi mana ya Ran??
 Maharani Karlina Ch at 10:00pm April 4
mmn. lo jadi hitmen ato algojo aja bel. kan kerjanya bunuhin orang tuh. ato kalo mau yang pinter, mulai dari diri lo sendiri. buktikan lo bukan termasuk orang yang membuat dunia ini tambah membusuk dan hidup untuk kebaikan. wohooyy
Abdelhaq Setya Subarkah at 10:07pm April 4
iya tapi susah ran. gini dh lo naik angkot, lo udah jadi sampah, ikut melanggar aturan, naik menurunkan penumpang di sembarang tempat walau secara gak langsung lo gak bermaksud. trus naik ojek banyak yg ngambil jalan pintas. makannya susah Ran. menegakkan keadilan di negeri ini. gw juga pasti tanpa sadar gw ngelanggar.
 Maharani Karlina Ch at 10:14pm April 4
iya juga ya.
gue juga bel. -____- gue jadi sedih dan ngerasa munafik banget deh.
Abdelhaq Setya Subarkah at 10:17pm April 4
iya itu yg gw rasa-in. gw ngerasa kayaknya paling bener sampe gw bisa mikir, orang lain pantas dibunuh, tapi padahal gw kadang seburuk mereka. makannya gw gak mau! gw mau jadi orang yg bener" adil baru dh mikir gitu. (tetep aja gak boleh ya sebenarnya mikir gitu??)
 Maharani Karlina Ch at 10:25pm April 4
mmn. selama ini gue juga mikir kayak gitu bel. gue sok-sok-an gitu kalo mikirin apa2 se-objektif mungkin. tapi sulit banget. gue juga pengen tuh melenyapkan orang2 nggak berguna, orang2 jahat dan bodoh yang bikin rusak bumi. tapi kita tuh cuma anak sma 15 tahun yang berangan2. nggak lebih.
Abdelhaq Setya Subarkah at 10:34pm April 4
heeeeh gw setuju. Gw takut malah gwnya sombong, gw ngerasa diri gw benar. tapi kadang" ada aja orang yg bener" di mata gw udah kayak sampah! gw tuh pengen ada orang yg ingetin gw kalo gw salah, biar gw bisa meminimalisir kesalahan gw. tapi gw benci juga sama orang yg kalo di kasih tau salah lah marah atau gak terima, trus kapan "Justice Will Prevail!!" kalo kayak gitu. gw bilang di Indonesia pelnggaran udah membudaya (contoh nyontek), jadi gw juga gak ngerti sebenernya kalo mau mulai menegakkan keadilan dari mana?
 Maharani Karlina Ch at 10:47pm April 4
iya gue bener bener benci deh sama orang yang nggak bisa dikritik. dikasih tau malah marah bukannya introspeksi. gue rasa kayaknya gue juga pernah kayak gitu dan gue nyesel dan gue berusaha buat jadi pribadi yang terbuka. gue juga udah sadar banget bel. kalo sampai mati pun dunia ini nggak akan ada keadilan yang benerbener 'keadilan'. keadilan itu cuma ada di Yang Maha Adil. gue pengen berpikir kalo sebenernya disaat2 gue merindukan keadilan yang sebenrnya itu nggak lain adalah bentuk rindu gue sama Allah. tapi kok kayaknya gue nggak worth gitu looh buat dapat label 'rindu sama Allah'.
kayak kata lo bel. di indonesia yang salah itu udah nggak lagi dianggap salah dan yang benar itu udah nggak dijadikan sesuatu yang spesial. orang nggak ada beban moral melanggar aturan. dikit banget mungkin yang nyadar. kayak yang gue bilang bel. kalo mau melakukan apa2 untuk dunia yang udah rusak ini cuma bisa dari diri sendiri.
Abdelhaq Setya Subarkah at 11:03pm April 4
gw sih paling kalo otak gw lagi butek kesel atau laper doang gw susah menerima pendapat dari orang lain hehe. emang kalo dipikir "Allah Maha Adil" tapi gak ada keadilan di dunia ini, apa maksud dengan Maha Adil adalah dengan adanya hari pembalasan(kiamat). oleh karena itu kita harus sabar sekarang. Betul Ran, gw kalo lagi membahas pelajaransosiologi tentang penyimpangan, kalo nyari solusi buat oenyimpangan berkurabg, pasti ujung"nya kesadaran masing" orang. terus bagaimana caranya kalo mereka gak sadar?? rusak gitu aja?? kenapa lo bilang lo gak worth dapet label "rindu sama Allah". semua orang terhina sekalipun berhak dapet label itu?? asal dia bener" bertaubat dan sadar akan kesalahan. gw juga kadang" kalo rindusama kasih sayang seseorang rindu sama orang. gw sebenernya gw lagi rindu sama Allah terus udah curhat dh sama Allah, gak papa kali Ran
 Maharani Karlina Ch at 11:44am April 5
iyaa. tapi gue yakin, ketika keadilan itu ditegakkan itu didunia ini udah nggak lagi ada namanya tindakkan menyimpang. karena tindakan menyimpang itu suatu saat nanti akan menjadi sesuatu yang dibenarkan masyarakat seiring dengan waktu. dan bersabar itu bukan solusi juga bel kalo kita mau ngerubah indonesia, bukan, tapi bumi ini menjadi lebih baik. dan kesadaran orang lain tuh emang susah bel dapetnya. ibarat pandangan lo dan pandangan orang lain itu kayak dimensi lain. dimensi itu nggak bisa kita apa-apain dan nggak akan berubah kecuali kalo dimensi itu mau berubah dengan sendirinya. kalo menurut gue sih gue yang penting berusaha dulu supaya gue nggak termasuk orang jahat yang membuat dunia ini membusuk. semoga aja masih ada (dan banyak) orang yang merasa malu dengan tindakan dia yang melanggar hukum dan merusak bumi. kalo gue bilang sih namanya nurani manusia, pasti ada saat dimana realisasi bahwa dia care sama dunia dan dia harus berubah supaya dunia jadi lebih baik.
 Maharani Karlina Ch at 11:46am April 5
hahahaa gue jadi malu bel lo ngomong kayak gitu. gue juga tahu sih Allah Maha Penyayang.. tapi satu sisi di diri gue nggak bisa berhenti merasa gue nggak worth disaat sisi yang lain ngarep banget gue termasuk orang yang beriman di mata Allah. che. puitis deh gue
hmm.. rani merasa gimanaa gitu. rani dan abel sependapat dengan betapa buruk nya penegakkan keadilan di muka bumi ini, tetapi apakah para petinggi-petinggi, orang orang hebat yang memimpin negara di dunia ini nggak ada yang sependapat sama rani dan abel, sampai-sampai hal seperti ini bisa berakar dan sudah nggak bisa, maaf salah, sudah sulit diubah? rani yakin kalo yang berpikir seperti ini dan setuju dengan pendapat rani dan abel bukannya sedikit. tapi bisa jadi yang berpikiran seperti itu adalah orang yang belum memiliki authority apa-apa di dunia ini. 
memang semuanya kembali ke kesadaran diri masing-masing, tapi jika hukum di dunia ini bisa membatasi dan mencegah kebobrokan dunia ini kenapa tidak? 

bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, apakah anda tidak malu bahwa yang berpikir dan merasa cemas akan membusuknya dunia ini adalah anak-anak macam kami? rani juga sebelumnya pernah menonton video anak perempuan yang mewakili anak-anak di seluruh dunia dan berpidato di PBB tentang bumi ini yang mungkin umurnya sudah tidak lama lagi. rani salut dan berharap kalo itu menjadi tamparan keras buat orang-orang yang ada di sana. tapi sepertinya sampai saat ini belum ada usaha yang berarti yang rani rasakan untuk mencegah bertambahnya kerusakan di bumi ini. 

aah. membicarakan hal serius seperti ini membuat badan pegal-pegal --' mungkin karena pada dasarnya rani bukan anak yang sering berbicara sesuatu yang in-depth kecuali tentang karakter fiksi dan berbagai macam hal tidak penting. haah.