Sunday, February 28, 2010

Persepsi

Ada orang yang tidak mempercayai sesuatu sampai hal tersebut dibuktikan ada. Ada orang yang mempercayai sesuatu sampai hal tersebut dibuktikan tidak ada.

Mereka saling salah menyalahkan.

Tapi disetiap mereka akan selalu ada yang tahu fakta itu dan menghargai masing-masing. Menyadari bahwa mereka tidaklah berbeda, walaupun mereka bersilangan keinginan.

Tapi kadang-kadang mereka yang paling sedih.

Karena mereka tahu itu bukan hal yang patut disalahkan.

Dan karena mereka selalu merasa bahwa yang menyadari hanya diri mereka sendiri.

Satu.

Sendiri.

Seorang minor dari mayoritas.













Padahal tidak begitu.

Wednesday, February 24, 2010

Cokelat Bruno

akhir-akhir ini berjalan dengan seru dan penuh petualangan. woot asyiknya. sebagai hadiah rani akan bercerita.

___


Adalah seorang. Dia mempunyai seekor anjing. Namanya Bruno.

Bruno anjing yang besar dan pintar. Tapi dia suka cokelat.

Karena seorang itu adalah anak yang sangat menyayangi Bruno, ia bingung.



Karena Bruno suka cokelat.

Cokelat membuat Bruno mati.

Tapi Bruno suka cokelat.



Akhirnya ia memberikan Bruno pilihan.

Kemudian Bruno memilih cokelat.

Dan mati.


Bruno mati tapi ia tidak menyesal.

Karena kematian adalah pilihan Bruno yang sangat ia sukai.


___

udah lama kan rani nggak ceritaa. eh ngomong-ngomong minggu lalu hari jumat sebelum pelantikan rani scanning buku yang bagus loh. judulnya adadeeh. semoga rani bisa beli buku itu taun depan. kenapa taun depan? kenapa kek apa aja boleh deh gratis. bukunya tebal. tau nggak buku kecil buat anak-anak belajar huruf yang gendut-gendut bergambar itu? kayak gitu. tapi bagus. mungkin lebih bagus dari pada kumpulan esai tentang kebahagiaan dan nilai moral.

kadang-kadang untuk bermakna dalam dan memberi inspirasi tidak diperlukan idiom macam-macam atau istilah tingkat tinggi. dan kadang-kadang juga, orang-orang yang mencari tulisan yang bermakna dalam dan memberikan inspirasi lupa akan hal itu.

mungkin, "mungkin" adalah kata kesukaan rani. kenapa?

karena, suka aja.

Sunday, February 21, 2010

cerita

Jika bisa sampai habis umurku, berikanlah buku-buku cerita bagiku.

Dulu pas masih kecil rani kalo ulang tahun selalu dibeliin buku cerita sampe rani bosen karena tiap tahun dapet buku cerita terus. Kasih rani buku cerita. Realita sudah mengikis keinginan dan mimpi rani. Memperluas wawasan sekaligus mempersempit perspektif rani. Kasih rani buku cerita. Tapi sayang rani nggak cerita lebih banyak.

Karena sekarang rani kesal.

Friday, February 19, 2010

mimpi sama opini

uhuk uhuk nah hari ini batuk-batuk rani sebenernya bikin suara rani jadi beda. yah menurut rani sih jelek tapi karena biasanya juga nggak bagus jadi rani tulis beda. yah nggak penting juga deh let's go (kemana)

akhir-akhir ini rani nulis nggak mutu ya oke deh nggak papa rani tambahin kekuranganmutunya nah sebenernya kemaren rani mimpi kayaknya lumayan asyik, rani jadi punya anjing. namanya John. besaar deh. lebih besar dari kursi komputer rani kayaknya. pokoknya gede. terus tiap dipanggil dateng. aww. ya itulah John. rani inget di mimpi yang kurang lebih satu malam bersama mimpi John itu rani ke toko buku nyari komik. ya soalnya akhir-akhir ini rani nggak sempet ngecek komik baru, jadi rani ngecek di mimpi deh. tapi di mimpi rani yang ada malah lanjutan komik yang aslinya udah tamat. aneh nggak. udah gitu rani keliling sambil makan permen yang rani taruh di kantung rani weks kalo dipikir-pikir jorok juga. yak gak penting rani cerita mimpi lain. cerita tentang anak perempuan yang rani lupa siapa punya papa dan mama terus keduanya mati kemudian hari apa gimana gitu kalo nggak salah sih papanya duluan. eh. apa mamanya ya hem.. pokoknya drama abis deh mimpinya tapi nggak begitu sedih deh.. perasaan mimpinya seru tapi lupa rani.

oiya. yang baru-baru ini rani pelajari: kalo suatu badan/negara/organisasi mau bagus pilihlah pemimpin yang terbuka, cerdas tapi otoriter. demokrasi itu cuma bikin lama progres, menimbulkan rasa ngelunjak dan sok tau juga membuat orang mudah berburuk sangka pada orang lain. sotoynya rani sih sebenernya, tapi kalo menurut rani masyarakat yang teratur dan taat hukum itu lahir dari otoritas pemimpin juga nggak sih. yah tergantung masyarakatnya juga memang, kalo masyarakatnya mandiri dan dewasa sih mau pake sistem kayak gimana juga bakalan bagus. tapi kalo suatu negara isinya rakyat yang nggak tau apa-apa tapi udah disuruh berpendapat? mau nunggu hancur? yak lebay tapi ya gitu deh. intinya menurut rani demokrasi sejati itu nggak bakal ada. namanya manusia sebagai individu mana mungkin dalam satu waktu bisa bulat 100% menyetujui atau komit dalam satu kebijakan. kalo di sistem yang demokrasi tentu ini akan menyebabkan keributan tidak penting yang berujung panjang dan mengeluarkan uang. kalo di negara otoriter ya oke aja toh yang penting kepentingan orang banyak terpenuhi tanpa mengesampingkan orang-orang minoritas. pada akhirnya semua sistem ada kebaikan keburukan, menurut rani begini. toh yang bisa menciptakan sistem yang paling sempurna cuma Tuhan.

ngomong-ngomong Tuhan, rani pernah baca tweetan orang yang berusaha berpikir kritis dan mempertanyakan lagi keberadaan yang selalu dipertanyakan sejak jamannya Socrates. heheheh. lucu kan ya heheh semoga dia beruntung. kalo dia beruntung dia pasti bertemu dengan kebenaran, tapi kalo nggak hoki nggak asyik kan entar suram deh sotoy banget nggak hahah. kalo menurut rani sih ya, nggak masalah silahkan tanya. tapi jangan ngerasa bakal dapet jawaban sekarang juga atau bisa dapet jawaban. yah itung-itung sadar diri lah punya otak berapa gram bisa nge-grasp apa itu yang dipercaya sebagai Penguasa alam semesta. kalo ilmu akan alam semesta aja belum tergapai, gimana bisa ngerti sama Yang Menciptakan itu alam semesta. wakaka sotoy banget nggak uhuy maaf yah rani juga nggak nimbang otak rani, kalo kurang sesendok juga jangan kaget. lagian berat nggak ngomongnya jangan deh entar sesat jangan diambil hati dan pikiran ya saudara-saudara (kayak ada yang baca gitu)

Wednesday, February 17, 2010

amazement

ah.. Fullmetal Alchemist nggak pernah membiarkan jantung rani berdetak dengan normal di tiap halamannya..