Sunday, January 2, 2011

There She Is!!


The sheer emotional impact and cuteness of its art, plot, and message can not be adequately explained with words. Having taken five years to complete, 'There She Is!' is still considered one of the best flash series on the internet. A must see flash series that ought to be mandatory to watch. - Tvtropes.org

Old. It's about a girl bunny who falls in love with a guy cat. And believe me, it's better than it sounds. Only five episodes, 3-6 minutes each. Created by SamBakZa.

Really good. Seriously. Watch here. Go, click Play movie.



__

Edited 23.09.11
apparently the link I've given was down, so go here for Step 1 and change the number in the link to 2, 3, 4 and 5.

Suggestion: If you want to read this, read after you watch'em.

So, after some (somewhat) consideration, I want to continue this post! For, I dunno, my heart is totally taken by this series. I don't know how to say this... Its art, plot, message, symbolism, music, twist and the series literally really blew me away. As it said above, it can not be adequately explained with words. So, I'm just putting some characters random facts and some random interpretation of a few scenes. Well, since it has no dialogue, some people might didn't catch some of the things happened in the series, right? Some people like me.


Characters

캐릭터 이미지 - 나비캐릭터 이미지 - 도키
Left to right: Nabi and Doki
Nabi is a cat. Doki is a rabbit. Doki has many pets; she gave them green ribbons. Nabi is a paperboy. Cool one. It looks like that Nabi has some skill in martial arts, or maybe not, probably because he IS a cat; it's not surprising that he got some balance and pretty good at running, or dodging things, or jumping, or climbing trees. If I'm not mistaken, Doki is a nurse.


캐릭터 이미지 - 찐따세트
Left to right: Jjinta Set (Sam-ho, Il-ho, Yi-ho)
Got the names from Wikipedia. Il-ho's a nice guy, he was kind of mad at Nabi at first because he thought Nabi was being pushy towards Doki, but we all know he's not. Sam-ho is kind of dumb. Both of Yi-ho's eyes are still intact, he probably uses eye patch just for a show. Oh yeah, Il-ho's the oldest of the three. And they're brothers. Not that you can't tell.


캐릭터 이미지 - 회색토끼캐릭터 이미지 - 피짜캐릭터 이미지 - 하나
Left to right: Gray Rabbit, Pizza, and Hana
Pizza is Hana's bodyguard. Loyal and dedicated. Hana owns a band.... or maybe she's just their manager or some sort. Once upon a time, she was a singer. Gray Rabbit is an electrical engineer. He likes Hana. If I'm not mistaken, he stalked Hana.


캐릭터 이미지 - 레드아이캐릭터 이미지 - 문캐릭터 이미지 - 피이
Left to Right: The Band (Red Eyes, Moon, and Pi)
Pi is a keyboardist. Moon is a guitarist. Actually, I'm not sure whether Red Eyes is in the band or not, but he's an artist. Oh, and Pi is Yi-ho's love interest.

Easter Eggs
Step 2 - Cake Dance: Click the flying fish
Step 3 - Doki&Nabi: Before it starts, click the top right corner for an alternate intro.

Random Facts (Or Opinions. Or something)
1. Doki tries to catch Nabi with Poké Ball.
2. Nabi's scarf faded since the beginning of the Step 4 - Paradise. It fades further after he saw Doki in the hospital. Turns gray altogether after mourning in his apartment. The rest of his scenes turns into grayscale. Poor thing.
3. The anti-interspecies romance sign (or something akin to it) is shown in every step.
4. In Step 2 - Cake Dance, Nabi, Doki and their friends were thrown out of the cafe because Doki (and Nabi)'s public display of affection.
5. Nabi (kinda) likes his carrot juice
6. They kissed in the end of Step 3 - Doki&Nabi. (It's just the silhouette, so... we can never be to sure)
7. Doki is a big eater.
8. In Step 4 - Paradise, Doki's collars turns gray after she called Nabi and got no answer. She lost hope (or something) because she thought Nabi doesn't care about her anymore, while the real reason is because he was arrested (with Il-ho).
9. Doki's hedgehog died.
10. In (some countries in) Asia, tying a ribbon to a tree and making a wish is how you pray to the gods. It (probably) represents Doki's hope of their love.
11. In the end, the tree with Doki's green ribbons before, changed into real leaves. Probably means that their hope/dreams become reality. Aw.
12. In Step 1 - There She Is!!, Doki imagine a few things about Nabi with horse, Nabi danced with her (or something) etc., and it came true in the Final Step - Imagine.... well.. kinda. See it here.
13. Paradise is a place where a cat and rabbit can be together. Not... literally paradise where people go after they're dead.
14. The music for Final Step, Imagine by Brunch, is somewhat related to John Lennon's Imagine.
15. There's this rabbit guy that showed up in Step 3 with an anti-interspecies romance sign and showed up in Step 4 as a pro-interspecies romance. Either it's a change of heart, or the frame he used in Step 3 is the kind of frame you used for dead people.
16. It's happy ending!
Source: Tvtropes and Wikipedia. Youtube. Check'em out yourself.



"Now let the turtle and the dove,
Let the lion and the lamb,
Let the owl and wolf and ram embrace
Across the countryside.
Fur and feathers, Makin' love;
Paws and claws and jaws and beaks,
Let the song go on for weeks and weeks,
To bless this boy and bless this bride."
—Children, Children, from Bat Boy: The Musical.

Thursday, December 30, 2010

Kolam renang bayi.

Adek rani marah ada permen karet di kamar ya ampun deh rani nggak inget pernah makan permen karet pake meper-meper ke lantai kamar.

So this is it. Karena rani banyak nganggur, rani jadi banyak kepikiran deh ya. Kebanyakan nostalgia. Terus jadi muncul statement kayak "Kenapa ya nggak coba ini pas SMP," atau "pas rani SD kenapa nggak rani terusin aja kegiatan ini.." dan sebagainya lah. Terus jadi mikir kok rani buang waktu banget ya hidup di dunia, pas seumur rani Kartini aja udah nikah udah bikin buku (nggak tau ini ngarang) rani jadi inget kata Pak Roni, jaman kemerdekaan pemuda-pemuda pas seumur rani mikirnya bukan game, bukan gimana dapet nilai UAS bagus atau masuk kuliah, mereka mikirin gimana revolusi buat merdekain bangsa, sekolah jauh di Belanda nggak bikin cintanya sama bangsa luntur, malah makin semangat belajar gimana cara orang-orang Eropa supaya bisa bikin bangsa makin bermartabat. Terus balik ke dunia sekarang. Kok.... shallow banget sih? Dangkal banget mikirnya hidup belajar biar dapet nilai bagus, biar masuk kuliah bagus, biar gampang cari kerja? That's it? Itu cita-citanya? Sedih rani tiba-tiba langsung galau kenapa kok hidup makin gampang makin buruk kualitas mimpi, kualitas cita-cita individu. Kegampangan ya sekarang mau masak nggak usah nyari kayu bakar, mau bunuh orang senegara tinggal mencet tombol, mau denger lagu nggak usah pencet-pencet ampe kapalan tinggal gesek dikit, mau bikin album pun nggak usah nyari penyanyi udah ada voice synthesizer. Giliran ada anak yang cita-citanya sejauh keliling matahari orang tuanya malah bilang "Udah nggak mungkin juga jadi astronot di Indonesia nak! Ngapain kamu coba-coba bikin roket? Sana belajar aja buat SNMPTN!" gitu. Ada temen rani pinter nilainya sering remed, rani malah agak kaget juga sama dia soalnya rani ngerasa banget kok dia pinter, rasanya kayak nggak dianggep. Kalo nggak dapet nilai bagus nggak pinter ya bu? rani ngerti kok kenapa ada nilai, kenapa ada indikator belajar udah bener apa nggak. Nah kalo udah gini balik ke IPA IPS nih, semua anak IPS itu payah nggak kayak anak IPA yang lalat buah nikah aja pake ada ulangannya, anak IPS kerjanya ngitung duit aja sono di kantor pajak ya haha (sarcasm). Oke bukan soal nilai, bukan soal pembagian jurusan yang rani sedih, tapi sama opini orang sejagad seakan-akan kalo nilai jelek dan minat di hal-hal yang nggak common (Anak ibu menang olimpiade voli internasional? Nggak bakal di denger bu pas arisan, coba bilang anak ibu dapet 100 PR matematika kemaren) nggak bakal cerah hidup di dunia. OWREALLY? Bentar bikin paragraf baru dulu.

Nah ya oot balik lagi keatasnya. Yah. Jadi rani merasa banget ya hidup rani kok rasanya seru sih tapi ternyata bland banget, mau bilang apa ama cucu nanti kalo udah gede jadi orang apa gitu ya, pas ditanya "Emang oma ngapain aja ma pas seumur aku?" rani nggak bisa bilang rani udah jual ukiran yang seharga mobil, rani juga nggak bisa bilang kalo rani investasi saham berapa milyar terus rani juga nggak bisa bilang rani udah mecahin beberapa ratus kasus pembunuhan ruang tertutup. Oh mai. Bosen banget nggak padahal jaman nanti orang cebok aja udah nggak perlu soalnya teknologi udah terlampau oke, terus cerita rani pas masih muda cuma tentang duduk di depan komputer nulis blog. Terus merasa agak bodoh gitu ya, kenapa rani mikirnya... pesimis amat? As if rani bisa ngubah masa lalu gitu ya. Semua yang udah kejadian mau rani apain mau rani pikir kayak apapun nggak bakal berubah! Jam masih jalan! rani rusakin semua jam di Indonesia pun di negara tetangga masih ada jam! Mau seluruh jam di jagat raya rani rusakin pun bumi masih rotasi, masih berevolusi, terus rani masih harus hidup juga, terus apa yang rani pikirin selama beberapa momen di taksi itu langsung ilang. Langsung... nggak guna. rani masih muda! rani masih hidup! Apa salahnya hidup rani diisi dengan usaha biar punya cerita seru waktu udah nenek-nenek? rani nggak tau, mungkin rani belum mulai sama sekali nyari pengalaman seru. Tapi yah... yaudah.

Disini rani stuck. Tapi hey! Seenggaknya rani udah tau apa yang mau rani cari sampe rani nenek-nenek nanti.



"It's not the having, it's the getting."
—Garfield

Tuesday, December 28, 2010

Liburan

Halo!

rani pulang dari rumah sakit. Karena rani sakit. Tapi sekarang rani sudah sembuh lho. Untung ya sakitnya pas liburan. Pertama kalinya dalam sejarah hidup rani rani dijenguk. rani dijenguk Ghassarin. Sama Mbak Dyah. Mmm terus apa ya. rani sebelumnya pernah sakit juga tapi rani nggak pernah masuk rumah sakit. Sebelumnya rani pernah chikungunya dan cacar. Cacar udah biasa ya? Kalo chikungunya udah pernah ngerasain belum? Chikungunya itu rasanya pinggang rani copot. Literally. rani bangun dengan keadaan merangkak ke kamar mandi kayak keluar dari film horor. Mmmm kayak penyakit capek gitu, badan rani pegel semua kayak apa ya, tulang rani berasa lego bisa bongkar pasang. Tapi rani sembuh nggak lama, rani pas chikungunya malah heboh banget (biasa) terus pas mau ke sekolah rani nggak dibolehin temen rani, terus rani bilang, "Nggak papa kan rani chikungunya bukan DB jadi nggak bikin mati" Terus sekarang rani DB. Tapi rasanya nggak kayak mau mati kok. Rasanya biasa aja. Terus rani jadi tipes juga. Kayaknya emang sepaket deh sama DB. Terus rani jadi inget pas rani SMP guru rani pernah tipes terus rani pernah bilang: "Eh Pak ***** kita kirim jeruk yuk biar nggak balik-balik" Jahat ya.

Saturday, December 4, 2010

Love

I don't know what love means. But I'm pretty sure I've experienced it. And not once, not twice, not thrice. A lot. I don't know why people give a lot of damn about this love thing--yet, maybe-- but whatever the reason, they don't have too. What's the difference between one love to another? Nothing, I guess. Do people really have to get married if they love each other? I thought marriage is just a way to have a legal relationship that both government and religion accepted. A way to have a legal sex, a way to make a family. Which is actually, something you can have with everyone as long as they're an opposite gender. And of course I loved to have a family with a person I love. Which is many, but I don't have to marry them all, right? Only one lucky person. Or unlucky. Or something.

I believe that love is something that can grow, love is not something that came out of nowhere. Love itself never has a thing with sex, with kisses, with hugs or anything. It's just a physical needs, you can do it with anyone--that's why there are people out there selling their bodies to make money. When you want to protect someone, you care about someone more than anyone else, is it really love? Maybe it is. But maybe it's just the same with your so-called other love towards anyone else (like father, mother, grandpa, friends, presidents whatever) but with more intensity, more thoughts, more emotion or something. But still.. the same love. Like, you can dress a barbie with any clothes or anything, but whatever she wears she's still a barbie... right? Bad analogy, I know. Love is not that shallow. I know. I don't know what love means. But I'm sure I've experienced it.

"NO, you're wrong. It's not the same. That's not love LOVE you're talking about. You haven't experienced real love."

Maybe. But people, if it's not love, what could it be? Enlighten me. Tell me I'm wrong.

Because really.

Everyone deserves love. Do we really have to pick one person we have to love LOVE, when everyone deserves it?





Lin: What's going on?
Kamajii: Something you wouldn't recognize. It's called "love".
— Spirited Away

Thursday, December 2, 2010

curhat

Ola mon ami (nggak konsisten) rani ngepost lagi nih. Kalo rani liat postingan blog rani rasanya banyak.. terus rasanya hari demi hari gantinya lambat amat. Padahal tiba-tiba ini udah 2 tahun lebih nih jadi anak SMAan. Udah 2 tahunan lebih juga rani membuat blog ini. Yang sebelumnya buat curhat pelajaran, buat curhat tugas, makin lama makin curhat aneh.

rani abis baca postingannya temen rani. Bagus-bagus deh. You should read'em too. Kesini nih. Ya pokoknya bagus harus baca. Terus ini nih, rani udah kelas XII jadi rasanya ada komentar penting yang semua kelas XII harus bikin. SMA seru ya. Never thought that it would be this fun. Dan nggak kerasa juga secepat ini. Sentimental banget ini kalimatnya tapi gitu deh. Ada yang bilang kelas XI seru, kelas X seru, tapi kalo rani semuanya seruuuuu banget deh. rani bener-bener menikmati detik-detik rani di kelas X, XI dan XII rani walaupun XIInya belum berakhir. Mungkin nggak kerasa pas lagi momen berlangsungnya ya. Tapi selalu gitu kan ya. Kita kan nggak bisa komentar kalo belum selesai baca ceritanya sampe abis. rani juga belum bisa komentar kayaknya. Tapi rani mungkin nggak punya waktu buat komentar kalo di buat nanti-nanti jadi rani komen sekarang.

Beberapa temen IPS rani banyak yang komentar soal anak IPA yang ngambil jurusan IPS di kuliah. Beberapa kesel karena 'mereka ambil jatah IPS' katanya. Padahal kan nggak masalah ya, orang anak IPS juga bisa kalo mau ngambil IPA. Anak IPS juga pinter-pinter, kenapa harus minder sama anak IPA yang baru belajar IPS sekian bulan bimbel padahal sendirinya udah tahunan dijejelin IPS? Ya nggaaak. Kalo mereka berhasil berarti kan emang usahanya keras! Ada orang yang minat IPS tapi masuk IPA karena ada yang mau dicapai, ya nggak papa sih kenapa sewot amat. Entah prestise, atau melatih kemampuan mikir atau apalah mau ngambil apalah ya kan urusan orang, lagian kan nggak segitunya mudah buat ngejer toh. Jangan mereasa inferior gitu, it's their loss lagian, waktu rani milih IPS tahun lalu adalah rani nggak mau menghabiskan waktu dua tahun rani di SMA untuk belajar sesuatu yang nggak akan rani pelajari dalam kehidupan rani secara nyata 4 tahun kedepannya. Ada orang yang nggak masalah belajar IPA 2 tahun buat dapet nilai bagus kemudian 4 tahun makan kurva penawaran. Ada juga yang puas belajar IPA 2 tahun supaya orang tuanya bangga.

Terus ngerasa ini deh, generasi muda sekarang hebat-hebat banget yaa, rasanya minder banget rani kayak, udah ke level inhuman gitu orang-orang semuanya. Gitu deh. Sulit dikatakan. Emang manusia bisa ngapain aja sih rani percaya, tapi ketika rani disodorkan dengan kenyataan itu rani semakin kesian soalnya rani belum bisa jadi orang kayak gitu tuh, mengeluarkan potensi diri dengan baik dan maksimal sampe ke level diakui orang. Orang umur sekian tapi ngegesek senar biola udah kayak numis nasi goreng, baru lulus SMP langsung ikut olimpiade internasional terus dapet medali, ada juga yang udah pinter pelajaran; pinter gambar; pinter main musik. Mungkin kalo ditelusuri dia juga pinter berenang dan makannya cepet.

Urk. rani pun belum belajar geografi. Terus sebel deh. rani sedih nih kalo temen-temen rani nyontek pas ulangan.... misalnya gini deh, kamu berdoa sama Tuhan Yang Maha Esa supaya nilai kamu bagus-bagus, lalala, tapi nyontek. Kayak nggak percaya gitu kan sama Tuhan? Kan kita udah minta! Kalo emang doa ya seharusnya kan berprasangka baik gitu ya udah usaha, udah doa, tinggal tawakal, pasrah mau apa aja udah jalan yang terbaik berarti. Tapi nyontek. Yah.. itu kayak ngantri sembako dapet giliran ke 1000 dia malah memutuskan buat pulang pas antrian ke 999 udah di paling depan karena udah capek. Seneng banget ya dapet nilai bagus? Buat apa sekolah terus naik kelas kalo gitu mah TK aja terus bisa dapet stiker tiap pertemuan deh karena bagus terus nilainya. rani juga seneng banget kalo nilai rani bagus, tapi kalo bangga nilai bagus padahal nggak ngerti kan usaha penipuan diri banget itu namanya... Eh ngomong-ngomong nilai bagus rani seneng deh temen-temen rani di kelas nilainya jadi progres banget jadi pada bagus-bagus heheheh seneng deh. Nilai rani juga masih lumayan, biarpun nggak no 1 lagi; temen-temen rani pada bagus-bagus amat soalnya! Hebat ya!

Terimakasih kepada blog rani, karena rani bacot banget dan dia nggak pernah marah.

Ngomong-ngomong, pernah lucu deh. Waktu itu rani selesai ujian apaa gitu ya masih ada sisa waktu rani tidur terus rani mimpi ulangan matematika. Padahal rani tidur cuma 10 menit hahahaa. Waktu itu rani ulangan apa rani lupa, tapi ternyata anak IPA pada saat yang sama emang lagi ulangan matematika hahaha.