Tuesday, December 29, 2009

surat

Untuk Tahun 2009:
Tahun 2009, ini mungkin kecepetan, dan bukannya saya mau cepet-cepet ninggalin juga, tapi toh tanggal 31 juga sebentar lagi, jadi tulis sekarang juga nggak ngaruh. Maaf ya.
Saya tahu, bukan kepada anda saya berterima kasih, tetapi terima kasih karena saya belajar banyak. Bukan berkat anda memang, tapi anda kan tahun 2009, dan karena saya belajarnya di tahun 2009, jadi saya berterima kasih deh. Untuk apa? Untuk terus berjalan, dan tidak pernah berhenti. Sekali pun. Terima kasih.

Untuk Rani yang Dulu:
Rani yang dulu, mungkin ini kecepatan, atau kelamaan, karena sebenernya yang mana rani yang dulu dan yang mana rani yang sekarang itu juga masih misteri. Tapi rani kan manusia yang dinamis, jadi nanti atau sekarang atau sudah lewat rani berubah nggak masalah rani tulis sekarang.
Makasih karena kamu salah, makasih karena kamu bener. Makasih karena kamu belajar aku jadi bisa ngerti banyak hal. Ada mesin waktu pun aku nggak akan mau kembali untuk membenarkan apapun karena kamu nggak pernah meninggalkan penyesalan. mmmuah. Makasih karena kamu nggak pernah mencoba mengakhiri hidupmu, makasih karena kamu telah membuat banyak teman. Makasih karena kamu masih mencari luang untuk sendirian dan berpikir. Makasihnya masih banyak, tapi jangan serakah.
Makasih karena berkat kamu ada /rani yang sekarang/.

Untuk Rani yang Nanti:
Berusahalah untuk menjadi rani yang lebih baik. Aku percaya padamu!



resolusi? resolusi apa? rani nggak suka bikin resolusi. nanti rani cepet puas lagi kalo punya resolusi. (sok banget resolusinya bakal terlaksana semua) lagi pula yang menjalani waktu ke depan itu rani yang nanti, dan rani yang nanti adalah yang paling tau apa yang rani butuhkan atau yang rani harus lakukan saat itu. bukan rani yang sekarang, yang lagi nulis ini. rani nggak yakin juga kalo bikin resolusi nya bakal ada yang terlaksana. lagipula yang menjadi start orang lain berubah atau gimana kan bukan awal atau akhir taun tau. kapan aja bisa mulai. kenapa harus awal taun?

Friday, December 25, 2009

lagi hobi

rani mau nulis sesuatu tapi lupa. oh ya. bakpau kacang merah bikin lupa. mmm. ah. pokoknya secara singkat akhir-akhir ini rani kadi keranjingan Kobato. yah. katanya banyak otaku disappointed sama Kobato tapi entahlah.. rani merasa Kobato menarik kok. Kobato nya. menarik. Kobato tuh lucu banget ya (curhat) oh bukan, rani nggak bilang gitu karena penasaran sama cerita cinta Ioryogi ama Ginsei, rani secara tulus bilang Kobato anak baik. aw.

rani bersyukur studionya Kobato itu Madhouse... asyik Madhouse!! XD (seneng) CLAMP emang udah langganan ama Madhouse sih ya, sayang pas Tsubasa Chronicle lagi sial makanya studionya Bee Train (sebel) maaf ya yang suka ama Bee Train tapi Bee Train pas bikin anime TRC fail banget ih bikin kesel. yah kecuali pas bagian Oruha nyanyi dan beberapa bagian nggak fail lain. oh ya, dan soundscapenya gila-gilaan bagus banget. tapi anime rani kurang suka sih. (biarpun Madhouse) suka di skip skip bagian seru yang ada di manganya. kadang suka ditambah-tambahin juga. =____= jadi rani kobato paling nonton sampe episode 4 (yang dari rarachan doang males donlod)

oh. ngomong-ngomong, tadi rani main ke MTA. RAME BANGET. RAME BANGET. rani rasa mal mana-mana rame hari ini. terus rani bt deh. yah kayaknya memang minggu-minggu mood jelek. karena rani bt jadi rani duduk di tempat duduk yang biasa di lewatin orang. banyak orang. uuh. banyak bener. akhirnya rani memutuskan untuk ngajak adek rani main "ayo kita itungin kakak-kakak yang perutnya keliatan buncit dan kakinya kelihatan gendut" itu permainan penghilang rasa bosan yang rani ciptakan sendiri loh. permainan nggak sopan yang jahat dan nggak tau adat kalo ketauan ama feminis membuat rani bisa masuk penjara mungkin dan ini nggak lebay sangat manjur menghilangkan rasa bosan. (btw rani emang nulis kakak-kakak tapi maksud rani dari kakak-kakak adalah mereka yang terlihat seperti orang dewasa biarpun umurnya rani nggak tau) freak banget KAN. oh ya ada kakak yang udah tau perutnya agak buncit tapi sengaja pake baju yang ketat. ada yang kakinya gendut tapi pake celana pendeeeek betul. bukan salah rani kan rasa bosan rani membuat rani jadi merhatiiin? O_____O tapi emang ada sih kakak-kakak yang kakinya bagus. dan perutnya rata. ada yang lekuknya bagus kayak guci bizen. badan-badan kayak gitu kalo pake baju macem-macem tetep keliatan bagus sepertinya. silih berganti banyak sekali orang yang tubuhnya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. cie. seenggaknya ada amanat dari permainan ini: bersyukur dikasih Tuhan badan yang bagus dan bagi yang kurang bagus bersyukur dikasih badan yang sehat. btw rani ngeliatin juga bukan berarti rani nggak buncit atau berkaki gendut ya. jangan salah. perut rani juga buncit kok =____= diem diem aja ya. oh ya JANGAN MARAH YA. KAN RANI BOSEN DOANG.

kalo nggak terlalu suka diperhatiin, jangan menarik perhatian. nah gimana caranya pun rani belum menemukan. karena yang menarik dari seorang wanita itu tidak sedikit, jadi sabar aja ya wanita! untung deh yang main rani sama adek rani. kalo om-om mesum pasti geli kan. eh. lagipula rani rasa ini nggak termasuk voyeurism kok. kayaknya sih. percaya aja sama rani (saran rani sendiri sih jangan mau). ingat, katalisatornya adalah kebosanan. kebosanan bisa membuat orang jadi psikopat! bersyukurlah karena rani cuma memperhatikan kebuncitan perut orang dan kegendutan kaki. dan ya. rani tau ini jahat dan sangat tidak sopan sekali dengan pangkat 7. mungkin kalo rani bosan rani akan cari permainan lain yang lebih nggak jahat. dan lebih normal.

lagipula ini pertama kalinya rani main sesuatu se nggak normal ini. pasti ini gara-gara sekolah rani yang akhir-akhir ini mencekat rani hingga nyaris sekarat. dan segala kegiatan organisasinya yang bikin rani mau gila dengan ke-mendadakan-nya yang aneh. jadi jangan salahkan rani! baguslah rani masih SMA dan selagi rani bisa menggila dan belum punya posisi sebagai istri orang penting atau wanita hebat yang tercatat sejarah sebaiknya rani melakukan hal konyol seperti ini cukup sering. ya nggak? nggak tau deh. (nggak konsisiten)

mau nulis banyak sih tapi udah diomelin nih sama @andinikarlinach

Tuesday, December 22, 2009

Rani's Greatest Plan Ever

I was waiting for it..

The execution of my greatest plan ever.

I will tell her that I love her so, I will tell her how much she means to me. Yeah. She means so much to me that I don't want to say it with a simple "Happy Mothers Day mama!" or give her some present shyly or whatnot. It has to be special. Awesome. Marvelous. A phenomenon to remember. Or some kind.

So, yeah. Here's the plan. I'll ask her what day is it today.

Maybe, she tells me the right answer, no. The answer I meant to hear. Or maybe not. If that's the case, then I'll tell her right away. It's Mothers day, ma.

And I'll ask her, what she want me to give to her today? To show my gratitude, to show my love for her, to show that I care for her?

Maybe, she will ask me to do some.. I don't know. Task. Or things. Or.. maybe, because she was the best mother I could ever have, she simply says being a nice daughter would be a perfect present. Or something. I don't know.

And then..

This is where my plan stuck. And I realized that I don't have any thing to give to her. A give, a present to show my gratitude, to show my love for her, to show that I care for her.

I could do anything, yet there's nothing.

Nothing.

Nothing could have ever represent my.. I don't know, love for her.

And yet.. I'm typing this. I'm typing this. For nothing too.

Maybe after this, when I go downstairs and go to her room, and.. she had fallen asleep.

The day will pass, and I didn't do anything today. Again.

Like many other Mothers Day.

Or maybe that's better. Because I love her. And I care for her. And the fact that she doesn't need to know makes me love her even more, than.. okay. I like that. Kinda.

And maybe, if after this she is still awake, I'll tell her. Or not. Or.. maybe, and maybe, and another maybe will shows up.

But hey. One thing remains. It's Mother's Day. And mama, I don't love you for this day only. I love you forever.

And I don't have to tell you. Because without me saying this, I know you'll understand. If not understood already. Because you are the coolest mama I could ever asked, I could ever think, and I could ever have. Yeah. I love you.

p.s. Papa, i love you too. There's no such thing is Fathers Day in Indonesia, but it's okay. To know that I love you forever does not need any Fathers Day. And I love you both because you are the greatest parents in the whole universe that I can't even think any better replacements.
p.s.s. My dearest sister, I won't say that I love you, you know. You don't have to prepare to puke. You're a great sister and, "I love you" is kinda old. So "I am the happiest person in the world because I have a sister like you" would be better. But yeah. Maybe I am the happiest person in the world because we are, a family.

Sunday, December 20, 2009

adek rani

adek rani besok pergi. dia mau ldka keduanya. yah. sedih deh. dulu biasanya rani yang sering ninggalin, pergi perpisahan lah, rohis lah, pramuka lah, lks lah, mesis lah, apalah banyak bener nginep-nginep. ternyata sepi juga rani kayaknya ntar. jangan-jangan rani aja lagi yang ngerasa sepi pas rani pergi adek rani nggak ngerasa.

dulu rani kakak perempuan yang nakal dan jahat. yang lebih parah mama sama papa rani nggak ngerasa gitu tapi rani sama adek rani ngerasa. parah nggak. ya pokoknya jahat, rani sih nggak mau punya kakak kayak rani jaman dulu kok adek rani masih tahan aja gitu ya. terus pas rani gedean dikit (kelas 5 SD) nah rani nyadar betapa rani jahat dan nakal, terus rani tobat deh. percaya nggak? itu rani nakal karena pengaruh lingkungan dan ketidakdewasaan diri. ya. itu karena rani punya tetangga. makanya setelah kelas 5 SD rani di jakarta dan nggak punya tetangga, rani seneng juga karena nggak punya tetangga, karena tetangga itu salah satu faktor yang membuat rani jahat di zaman dulu. tetangga baaaad.

bagus deh. mungkin dulu kalo nggak ada tetangga rani nggak pernah ngerasa enaknya punya adek kayak adek rani. biarpun kalo bobo suka ninggalin terus lumayan sering marah-marah suka ngatur sibuk banyak stalker dan pulang sore, ternyata dia tetep adik yang keren.

semoga aja kami akur terus.

Image and video hosting by TinyPic

Saturday, December 19, 2009

lewat

ini sudah malam dan rani belum tidur. tidak baik. hari ini seperti hari yang lain, ada saja yang bisa dikomentari. tapi hari ini rani belajar kalo rani.. bisa senang itu.. bagus. dan rani belajar kalo darah itu lebih kental daripada air. oh. rani juga belajar yang lain. rani harus siap kalo dikasih amanah.

nggak ada orang juga yang peduli rani belajar apa. alasan rani nulis itu nggak ada kecuali rani mengisi waktu.

bukan tidur?

entahlah. mata rani merengek tapi jari-jari rani masih mengetik tuh. tapi rani sayang mata rani. jadi rani selesaikan urusan jari-jari rani dan mau pergi bobo. dah.